BAB II
TUJUAN DAN USAHA

Pasal 4

Tujuan:

Aliran Kebatinan “PERJALANAN” menuju ke arah; Kerukunan hidup dalam lingkungan bersama (peri-kemanusiaan) yang bersatu (manunggal) dalam wujud Tuhan Yang Maha Esa (tunggal saling selamat-menyelamatkan).

Penjelasan:

Tujuan ini, adalah puncak dari segala perbuatan manusia yang melakukan darma bakti sebagai INSAN yang mengabdi kepada kewajibannya untuk menunggalkan hidup Ketuhanan YME. (sepi ing pamrih, rame ing gawe, memayu hayuning bawana), memandang kepada diri yang lain seperti kepada dirinya sendiri (kemanusiaan). Melakukan amal-perbuatan terhadap siapa pun dengan tidak memandang/mengutamakan; pangkat, kedudukan sosial, harta kekayaan dan sebagainya. Memberi petuah, petunjuk, penerangan dan bimbingan yang mengandung unsur-unsur kebahagiaan hidup manusia lahir-batin. Berperasaan terhadap sesama umat Tuhan dalam usaha dan perbuatannya untuk menegakkan sifat-Nya “Belas-kasih”.

Pasal 5

Usaha:

Untuk melaksanakan usahanya itu, Aliran Kebatinan “PERJALANAN” mengadakan usaha:

1. Mendidik dan memberi penerangan kepada keluarga “PERJALANAN” pada khususnya, dan masyarakat pada umumnya supaya mengenal sejarah diri, sebagai dasar pokok dari pada SAKA GURU (budi luhur) Bangsa Indonesia, yaitu: Guru Ratu, Wong Atuo Karo.

2. Membangun manusia budaya yang berkepribadian asli dan bersemangat gotong-royong.

3. Berusaha supaya terlaksananya Hak-hak dan kebebasan Dasar Manusia, serta azas-azas kemerdekaan rakyat dan negara Republik Indonesia.

Penjelasan:

ayat 1