BAB VIII
LAMBANG DAN HARI BESAR

Pasal 13

Lambang:

Lambang dari pada Aliran Kebatinan “PERJALANAN”, ialah: Bintang bersudut 5 (lima), dengan sinar 9 (sembilan), yaitu 5 (lima) panjang, 4 (empat) pendek, dalam lingkaran yang di luar besar, yang di dalam kecil, dengan gambar; Stroom (aliran), di atas dasar: Hitam dan gambar putih.

Yang mengandung arti:

A. Ke luar:

Bintang sudut 5 (lima): ialah Pancasila; Sinar 9 (sembilan) ialah seluruh penjuru dunia;
5 (lima) sinar panjang: 5 benua: Amerika, Eropa, Afrika, Australia, Asia; 4 (empat) sinar pendek: 4 mata-angin: Barat, Utara, Timur, Selatan. Stroom ialah: Gerak kesadaran hidup manusianya menuntut kemerdekaan, kesejahteraan hidup lahir batin, perdamaian di antara bangsa-bangsa yang saling hormat-menghormati. Lingkaran besar, ialah: Dunia Besar.
Lingkaran kecil, ialah: Dunia kecil (badan sekujur). Hitam, ialah: Warna Bumi Tanah
Putih, ialah: Warna Bumi Air = Air jadi, Hitam-Putih: Cinta Tanah Air.

B. Ke dalam:

Bintang bersudut 5 (lima) ialah: Kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.
Sinar 9 (sembilan), ialah: Penguasanya Tuhan YME, yang ada pada setiap manusia; elingan, awas (lihat), dengar, cium, ucap, fikir, rasa, ubah dan langkah.
5 (lima) sinar panjang: Panca driya (mata, kuping, hidung, syaraf, kaki/tangan).
4 (empat) sinar pendek: Unsur sari-patinya: Api, Air, Angin dan Bumi yang menjadi badan sekujur.

Stroom, ialah: Gerak hidup dengan daya upaya lahir-batin untuk melakukan kewajiban sebagai Kaula Gusti demi keselamatan dunia dan zaman akhir. Lingkaran besar, ialah: Badan wadag (jasmani). Lingkaran kecil, ialah: Badan halus (rohani). Hitam, ialah: Tetap; Tetap berdiri di atas kesucian dengan berdiri di atas keyakinan, bahwa: Tiada lagi yang wajib disembah siang dan malam, hanya wujud Tuhan Yang Maha Kuasa, yang mempunyai sifat Belas dan Kasih, serta wajib menjauhkan diri dari segala kelakuan Setan.

Pasal 14

Hari-hari Peringatan:

Selain hari besar nasional, seperti 17 Agustus, Aliran Kebatinan “PERJALANAN” menetapkan hari peringatannya sendiri, yang jatuh pada tiap tanggal 17 September, dan 1 Sura tahun SAKA.

Penjelasan:

Tanggal 17 September, adalah hari/tanggal diilhamkannya cita-cita/tujuan Aliran Kebatinan “PERJALANAN” mempunyai pengaruh jiwa yang kuat bagi warga-warganya untuk meletakkan dasar susunan hidup bersama atas dasar musyawarah.

Saat itu pun dipergunakan sebagai kesempatan yang baik untuk meninjau kembali segala usaha yang telah lalu untuk mengambil manfaat dari pada segala pengalaman yang diperoleh. Dalam pada itu secara gotong royong bermusyawarah untuk mencapai mufakat diletakkan pula dasar usaha baru yang maju supaya lebih menghasilkan di waktu yang akan datang.

Demikian pula tanggal 1 Sura (Saka) yang secara adat kebiasaan dirayakan dan dibesarkan oleh setiap warga Aliran Kebatinan “PERJALANAN” baik secara sendirian maupun bersama-sama. Maka tanggal 1 Sura ini mempunyai daya untuk mempersatukan tekad mempertahankan dan memperjuangkan tujuan dengan kekuatan yang teratur dan berencana. Dari itulah tanggal 1 Sura merupakan hari yang paling tepat untuk memilih seseorang atau lebih yang akan diserahi kepercayaan untuk bekerja secara praktis dan penuh tanggung jawab, keinsyafan dan kejujuran.

Oleh karena itu pula pada tanggal 1 Sura, adalah hari keberanian untuk bekerja, berbuat dan berjuang menegakkan azas-azas peri-kemanusiaan, peradaban dan kesopanan. Tegasnya tanggal 1 Sura, adalah hari tanggung jawab terhadap leluhur dan keturunan, dengan kesanggupan memelihara seni budaya dan ilmu pengetahuan yang diwariskannya, agar berkembang secara wajar menurut kemajuan bangsa dan zaman sepanjang masa.