(SEPULUH WANGSIT)

Pada kelahiran Kebatinan “PERJALANAN” tanggal 17 September 1927 secara sendiri-sendiri Almarhum Bapak Mei Kartawinata memperoleh wangsit gaib, sedangkan Bapak M. Rasid dan Bapak Sumitra bersifat gerakan-gerakan yang keseluruhannya dirumuskan sebagai berikut:
PERTAMA: Janganlah membiarkan dirimu dihina dan direndahkan oleh siapapun, sebab dirimu tidak lahir dan besar oleh sendirinya, akan tetapi dilahirkan dan dibesarkan penuh dengan cinta kasih Ibu dan Bapakmu. Bahkan dirimu itu sendirilah yang melaksanakan segala kehendak dan cita-citamu yang seyogyanya kamu berterima kasih kepadanya.

KEDUA: Barang siapa menghina dan merendahkan dirimu, sama juga artinya dengan menghina dan merendahkan Ibu Bapakmu, bahkan Leluhur Bangsamu.


KETIGA: Tiada lagi kekuatan dan kekuasaan yang melebihi Tuhan Yang Maha Belas dan Kasih. Sifat belas kasih itupun dapat mengatasi dan menyelesaikan segala pertentangan/pertengkaran, bahkan dapat memadukan paham dan usaha untuk mencapai tujuan yang lebih maju, serta menyempurnakan akhlak dan meluhurkan budi pekerti manusia.

KEEMPAT: Dengan kagum dan takjub kamu menghitung-hitung tetesan air yang mengalir merupakan kesatuan mutlak menuju lautan, sambil memberi manfaat kepada kehidupan manusia, binatang dan tumbuh-tumbuhan. Akan tetapi belum pernah kamu mengagumi dan takjub terhadap dirimu sendiri yang telah mempertemukan kamu dengan dunia dan isinya. Bahkan kamu belum pernah menghitung kedip matamu dan betapa nikmat yang kamu telah rasakan sebagai hikmat dari Tuhan Yang Maha Esa.
KELIMA: Kemana kamu pergi dan di manapun kamu berada Tuhan Yang Maha Esa selalu beserta denganmu.

KEENAM: Perubahan besar dalam kehidupan dan penghidupan manusia akan menjadi pembalasan terhadap segala penindasan, serta mencetuskan/melahirkan kemerdekaan hidup Bangsa.
KETUJUH: Apabila pengetahuan disertai kekuatan raga dan jiwanya digunakan secara salah untuk memuaskan hawa nafsu, akan menimbulkan dendam kesumat, kebencian, pembalasan dan perlawanan. Sebaliknya apabila pengetahuan dan kekuatan raga serta jiwamu digunakan untuk menolong sesama, akan menumbuhkan rasa kasih sayang dan persaudaraan yang mendalam.

KEDELAPAN: Cintailah sesama hidupmu tanpa memandang jenis dan rupa, sebab apabila hidup telah meninggalkan jasad, siapapun akan berada dalam keadaan sama tiada daya dan upaya. Justru karena itu selama kamu masih hidup berusahalah agar dapat memelihara kelangsungan hidup sesamamu sesuai dengan kodratnya menurut kehendak Tuhan Yang Maha Esa.
KESEMBILAN: Batu di tengah kali (sungai), jikalau olehmu digarap menurut kebutuhan, kamu bisa menjadi kaya raya karenanya. Dalam hal itu yang membuat kamu kaya raya bukanlah pemberian dari batu itu, akan tetapi adalah hasil kerjamu sendiri.

KESEPULUH: Geraklah untuk kepentingan sesamamu, bantulah yang sakit untuk mengurangi penderitaannya. Kelak akan tercapailah masyarakat kemanusiaan yang menegakkan kemerdekaan dan kebenaran.

Terima kasih sudah mendayagunakan dokumen ini!