1.    Tuhan Yang Maha Esa, itu WUJUD ADA-NYA mustahil tiadanya, namun ke ADA-anNya Tuhan Yang Maha Esa, tidak bisa dibanding-bandingkan/disamakan dengan segala sesuatu keadaan duniawi atau sari rasanya alam, sebab Tuhan Yang Maha Esa bukanlah duniawi atau sari rasanya alam.

2.    Tuhan Yang Maha Esa, adalah asal dari segala usul keadaan yang sifat-sifatnya ada (lahir) dan yang sifatnya tiada (batin), sehingga Tuhan Yang Maha Esa, disebut Hyang Maha Agung, karena tiada bandingannya.

3.    Tuhan Yang Maha Agung, berada di segala benda, tempat, ruang dan alam suwung, sampaipun dalam setiap hati sanubarinya Umat, sehingga Tuhan Yang Maha Agung disebut Hyang Maha Murba.

4.    Tuhan Yang Maha Murba itu Maha Kuasa, yang oleh kekuasaanNYA menghidupkan jagad raya dengan segala isinya, sehingga semua mahluk dapat mengetahui dan menikmati segala yang sifatnya ada (wujud benda) dan yang sifatnya tiada (wujud rasa). Oleh sebab itu Tuhan Yang Maha Kuasa disebut Hyang Sukma.

5.    Hyang Sukma Nyata Ada Nya di huruf, pucuk menjadi daun, kembang menjadi buah, telor itik menetaskan itik, patah tumbuh hilang berganti. Oleh sebab itu Hyang Sukma disebut juga Hyang WIDI.

6.    Hyang Widi tidak akan melarang atau menyuruh umatNya melakukan sesuatu, diserahkanNya-lah kepada umatNya itu sendiri untuk memilih mana yang baik dan mana yang buruk untuk dilaksanakan menurut kehendaknya, sebab untuk keperluan itu umatNya telah dilengkapi akal pikiran, budi dan pekerti. Oleh karena itu Hyang Widi disebut Hyang Manon.

7.    Hyang Manon itu Maha Uninga (tahu) Yang Uninga Nya itu tiada batas sampai gerak hatinya umat diketahui Nya pula, di hadapanNya tidak ada sesuatu yang dapat disembunyikan yang benar akan tetap benar dan sebaliknya yang salah akan tetap salah. Karena itu Hyang Manon disebut juga Hyang Maha Adil.

8.    Hyang Maha Adil melindungi semua umat dengan HukumNya yang pasti dan kekal, merata dan menyeluruh secara semesta pada setiap detik dan peristiwa dengan tidak membedakan antara yang satu dengan yang lainnya. Yang memegang api akan terbakar, yang memegang air akan basah, yang makan garam akan merasa asin, dan sebagainya. Segala perbuatan baik/buruk akan menetapkan hukumannya masing-masing. Siapapun yang menanam, ia pulalah yang akan memetik buahnya. Oleh karena itu Hyang Maha Adil disebut juga Hyang Maha Belas Kasih.

9.    Hyang Maha Belas Kasih menetapkan HukumNya bagi setiap Umat, yang dilahirkan musti (semestinya/sewajarnya) melalui proses jenis yang berlawanan pria dan wanita, jantan dan betina yang diselimuti kemesraan penuh kasih sayang dan kenikmatan yang dalam. Untuk sarana hidup dan penghidupan umatNya itu dilengkapi dengan lahir dan batin (diri) serta dunia dan isinya yang dalam kehidupan masyarakatnya disebut Bangsa dan Tanah Air, yang untuk pengelolaan dan pengolahannya menggunakan Bahasa dan Kebudayaannya sesuai dengan sifat, adat dan kodratnya agar dapat berkembang sesuai dengan tuntutan dan kemajuan jaman. Karena itu Hyang Maha Belas Kasih disebut juga Hyang Maha Murah.

10.    Kemurahan Tuhan nyata dengan adanya diri (lahir dan batin) yang diperoleh bukan dari pada hasil pembelian, bahasa dan budaya yang menjadi kepribadian Bangsanya yang bukan peninggalan dan hadiah Bangsa lain namun adalah hikmah dari Tuhan Yang Maha Murah, yang tak tertukar antara Bangsa yang satu dengan yang lainnya.

11.    Namun Maha Awis Nya Tuhan Yang Maha Esa, karena Ada-Nya tidak dapat diraba, kenyataannya tidak dapat dilihat dengan mata kepala. Bahkan segala sesuatu yang telah dijadikannya, apabila cacad/cidera baik jasmaniah atau rokhaniah, tidak ada seorang jugapun yang dapat membuatnya.

12.    Kesemua tersebut di atas menunjukkan kenyataan bahwa Tuhan Yang Maha Esa itu:

WUJUD: Asal dari segala asal yang wujud, seperti jagad raya dan isinya.

KEKAL: Tidak ada awal dan akhirnya.

TERDAHULU: Mendahului segala keadaan yang sifatnya ada (lahir) dan yang sifatnya tidak ada (batin/rasa)

BEDA: Tidak dapat disamakan/dibandingkan dengan segala sesuatu keadaan dunia dan isinya.

TUNGGAL: Hanya satu Tuhan, ialah Yang Maha Esa tidak ada lainnya lagi:

HidupNya tanpa nafas
RunguNya tanpa telinga
TingaliNya tanpa mata
NgandikaNya tanpa mulut.

Terima kasih sudah mendayagunakan dokumen ini!